09 August 2017

Whatever Life Plants You, Bloom With Grace


Pagi ini, saat belanja ke warung, saya diberitahu seorang pegawai kelurahan yg kebetulan adalah tetangga, bahwa sedang ada pembukaan CPNS alias Calon Pegawai Negri Sipil (CMIIW). Beliau menjelaskan prosedurnya dari A sampai Z, lalu kembali ke A lagi. Penjelasan yang sangat detail termasuk nanti ketika sudah jadi pegawai.

'Jadi PNS itu enak lho.. Gajinya tetap. Tiap bulan udah pasti ada. Belom tunjangan-tunjangannya. Nanti kalo udah pensiun kan dapet dana pensiun juga'

'Kalo jadi PNS tu enak. Bisa ditinggal belanja dulu, pas istirahat makan siang bisa pulang dulu..bisa jemput anak.. Yang penting absennya jangan sampai lupa.'

'PNS itu kerjanya gak susah kok. Malah banyak santainya. Bisa disambi facebookan, bisa disambi instagraman, bisa jualan. Kalo mau tidur siang juga bisa, tinggal gelar tikar aja.'

Kesimpulan yang bisa saya tarik adalah:
1. Gaji tetap dan banyak tunjangan.
2. Dapat uang pensiun
3. Bisa disambi dan ditinggal-tinggal, yang penting absen lancar
4. Kerjaan ringan

Sayangnya saya tidak tertarik. Sama sekali.

22 August 2015

The Tree Philosophy

Pelajaran kehidupan itu selalu ada yang gratis! Se-gratis hamparan sawah dan juga pepohonan di jalan yang masih dibiarkan tumbuh. Andai saja kita mau berhenti sejenak dan memahami makna keberadaannya - melebihi kodratnya sebagai (hanya) sebuah tanaman.
(Angelica Pramesthi)

21 May 2015

Pergelaran Beksan Bedhaya Amurwabumi

Bedhaya Amurwabumi | Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta, 19 Mei 2015 | Photo by: Franseska Dian Ratri

Hari Selasa lalu, saya, keluarga, dan pacar mendapat kesempatan untuk menonton Pergelaran Beksan Bedhaya Amurwabumi. Kebetulan salah satu penari beksan pada malam itu adalah kenalan ibu saya dan beliau memberi kami akses gratis untuk menonton pergelaran itu secara langsung. Kesempatan ini terlalu sayang untuk dilewatkan dong yaa. Kami excited banget buat datang ke acara itu. 

Tari bedhaya bukan hal yang asing bagi saya. Eyang kakung saya semasa muda dulu sering menari di Kraton Yogyakarta. Setelah menikah pun eyang masih sering ditimbali untuk menari. Melalui cerita-cerita eyang, saya sedikit banyak tahu soal tari ini. Meskipun sebenernya udah lupa-lupa inget, karena waktu itu saya masih kecil dan masih nggak begitu paham soal beginian. Nggak puas dengan ingatan kecil saya akan cerita eyang, akhirnya saya bela-belain riset kecil di perpus biar bisa bikin tulisan yang sumbernya jelas. Sayangnya nggak banyak informasi yang bisa saya dapatkan. Nggak ada buku yang secara khusus mengulas tentang tari bedhaya. Mungkin saya yang nggak nemuin bukunya kali ya. Atau mungkin saya nyari di perpus yang salah. Ya maklum, udah bukan mahasiswa jadi nggak bisa masuk perpus kampus. Hiks, sedih :(