Showing posts with label personal life. Show all posts
Showing posts with label personal life. Show all posts

28 February 2015

Carousel

Picture source: here

My favorite part of a roller-coaster ride is when you're going up 

and you're slightly scared and really excited. 

You don't know what's coming next but you know it's going to be good. 

You can't handle it, go on a carousel.


-Gina Gershon-

30 October 2013

Love's Lookin' Good On You


I knew right away from the very first kiss
That it doesn't get much better than this
We fit just like a favorite pair of jeans
We just keep coming back for more
Like two kids in a candy store
Now I know what everybody means
When they say

Love, love, love's lookin' good, good, good on you

:D

02 September 2013

Hello September


Month of August is already over. Starts of the month of September. Wow, how time flies so fast, seems a month was over in just a snap.

September is already here. Ber month is already started wherein in fee months Christmas is here. Looking forward for something great this month could offer. Hoping for something better this month in-store for everyone of us. 

As of the moment, the start of September here seems to be fine so far. The weather is fine and nice, the sun is up in the sky so bright but not so hot. Nice weather to walk, to wash clothes which I plan to do today, just fine enough to do things outside. 

Have a great September you all. Let's enjoy the bubbling

30 August 2013

Adalah Kamu


Huruf melahirkan paragraf, menjadi lembaran, hingga menjadi satu buku.
Bahkan satu buku pun tak mampu membendung hasrat pena menari.
Menulis, melukis, mengungkap gempar rasa gegap gempita.
Rasamu, rasaku, rasa waktu menghadapi kita berdua.
Kubiarkan pena memulai kisahnya, memaparkan lembaran yang kusut, membagi cerita yang kita dekap erat.
Membiarkan sejenak untuk kita bernafas, mencoba mengingat, dan membiarkan oksigen menyeruak. Membius.
Huruf menjelaskan maknanya, pena menuliskan fungsinya.
Mengurai alfa hingga zero, hingga kita berdua dan mereka dapat membaca bersama.
Kisah cinta selalu menarik untuk dinikmati.
Dan cukup manis untuk bersama kita bagi.
Biar pena melanjutkan tugasnya
Memulai awal sebuah perkenalan
Antara aku dan kamu.
Kamu menemukan aku duduk diam bersama bisu
Bergelut bersama panca indera
Si mulut tak dapat berucap, namun berbisik pelan kudengar hati berkata
Aku melihat kamu adalah masa depan dan cerita
Goresan garis yang membentuk gambar, hingga pada satu waktu aku tahu pasti ada maknanya
Tanpa mengenal kata amatir, kita bebas membentuk
Memadukan sejuta spektrum warna
Menimbun tanda baca tanya, mengapa cinta lebih rumit dari logaritma?
Karena ia ambigu.
Di lain waktu, satu detik aku mampu mencerna arti cinta itu.
Kita bukanlah yang baik dan bukan yang terbaik
Tetapi cukup tangguh untuk menikmati tiap bagian dalam satu arena pertempuran
Konfrontasi rasa menghasilkan slide asa
Membangun kerapuhan dengan kesadaran yang masih tersisa
Itu semua sudah terserak jauh, bukan menjadi keping dan bulir
Namun menjadi molekul terkecil
Cukup puas kita saling meremuk redam, untuk mencapai titik tertinggi ego manusia
Kau tak perlu bertanya, aku tak perlu menjawab
Emosi hanyalah refleksi
Dari seribu satu alasan akan ketakutan kehilangan
Dari seribu satu alasan karena kita sedang belajar
Mempelajari apa yang kita benci
Karena seribu hal yang kubenci darimu adalah kekuatan untuk bertahan tiap detiknya
Untuk belajar melihat, memahami, hingga aku mampu mengerti.




Dan pada saat itu
angkasa saja akan tahu,
kalau kita adalah satu.
Lalu kini, biarkan segala apa adanya,
biarkan melaju dan sederhana.
Karena kini, surga itu sudah di sini.
Tinggal bagaimana dunia nanti.
Ya, ruang lingkupku, dunia tak berujungku,
adalah kamu.
Dan waktu,
ia akan jadi saksi bisu,
ia akan jadi pengingat dunia
bahwa cinta itu ada
dan salah satunya adalah kita.


Happy 3rd Anniversary, Alfonsus Probo Darmawan.
I love you :')

07 May 2013



You can't deny the feeling that you feel. The old habits are the one that make you who you are right now. I secretly wanting to believe that memories are beautiful. And every good times and bad times are lessons that we will never ever, ever forget. My first and only mistake, you.

23 January 2013




“Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah.. 

(Arus Balik, h. 669)” ― Pramoedya Ananta Toer

25 December 2012

Have Yourself A Merry Little Christmas



Christmas is love in action. Every time we love, every time we give, it's Christmas.

It's Christmas every time you let God love others through you. It's Christmas every time you smile at your brother and offer him your hand.

Christmas is not just a day, an event to be observed and speedily forgotten. It is a spirit which should permeate every part of our lives.

Happy Christmas everyone. Be a candle, be a light, be an inspiration, and spread love and happiness to the world. Peace be with you :)

18 December 2012

Someday I'll Be Big Enough So You Can't Hit Me. And All You're Ever Gonna Be Is Mean - Taylor Swift





“Crowds were never wise. They were never even reasonable. Collective judgements were doomed to be extreme. In the popular imagination, groups tend to make people either dumb or crazy, or both” Charles Mackay.

Bullying bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali anak SD. Hal ini terjadi pada adik saya, Lucy, yang minggu kemarin ketahuan ter-bully oleh teman-teman sekelasnya sendiri. Kejadian ini memang sudah lama terjadi, lebih dari sebulan, dan baru terkuak sekarang. Dia memang sering nggak masuk sekolah. Alasannya banyak banget, mulai dari pusing, sakit perut, dan sakit-sakit lainnya yang membuatnya (terpaksa) tinggal di rumah. Dalam kurun waktu seminggu, pasti ada nggak masuknya barang satu atau dua kali. Awalnya sih sekeluarga menganggap itu hal yang biasa. Sakit itu wajar kan? Apalagi sedang musim hujan dan dia memang sering bandel (read: hujan-hujanan). Tapi kok rutin ya? Kok tiap minggu?

Bapak saya, saking khawatirnya gara-gara takut sakit macem-macem, akhirnya memeriksakan Lucy ke dokter. Keluhan itu ternyata memang benar, dia alergi beberapa bahan makanan. Tapi tetap, kebiasaan ‘membolos’ itu tidak pernah hilang. Sampai akhirnya ibu saya menemukan secarik kertas di saku seragamnya, berisi tulisan bernada ancaman dan makian yang memojokkan adik saya. 


Tidak tinggal diam, ibu lantas mencoba mengorek masalah yang menimpa adik saya. Benar saja, dia adalah korban bullying dari teman-teman sekelasnya, teman-teman yang dianggap adik saya sebagai sahabat. Masalahnya cuma sepele. Mereka titip bolpen dengan merk tertentu pada adik saya, tapi tidak memberikan uang. Lalu setiap hari adik saya dibully, disudutkan dan dimaki-maki, sampai diancam jika tidak segera memberikan bolpen. Dan kejadian itu berlangsung selama lebih dari sebulan.

Jahat ya? 

Para korban bullying selalu bungkam. Tidak berani bercerita pada siapapun. Jangankan pada guru, pada orangtua pun mereka bungkam. Kasus-kasus seperti ini jarang sekali terungkap. Bagi mereka yang mampu survive, they will get better. Bagi yang tidak? Kasihan, mereka bisa terganggu kondisi mentalnya. Seumur hidup.

Masa?

"The bully is never clever enough to understand the evil he does." - T. Morgan

Para pelaku bullying nggak pernah sadar bahwa apa yang mereka lakukan bisa berdampak banyak bagi korban mereka. Mereka pikir itu hal sepele. Mereka pikir itu hal biasa. Mereka pikir itu keren. "Gue keren kalo gue bisa 'naklukin' mereka yang lemah. Mereka takut sama gue. Gue yang berkuasa. Gue yang punya pengaruh". Semakin mereka merasa kuat, semakin banyak tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Dan semakin depresi-lah korban-korban mereka. Hal-hal seperti ini bisa menjadi pemicu bunuh diri lho.

Saudara saya ada yang bunuh diri akibat bullying. Dan saudara saya yang lain mengalami gangguan mental akibat hal serupa yang terjadi padanya sewaktu SMA. They have permanent marker. They have scars.

*jadi mau nangis kalo nulis ini*

Lalu, saya? 

Sama. Saya juga pernah terbully. Dan itu sangat menyakitkan. Waktu kelas 3 SMA saya pernah bermasalah dengan seorang teman. Sepele lho masalahnya. Waktu itu ada tugas kelompok, harus wawancara sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa. Dan saya meminta teman saya itu untuk menghubungi CP. Entahlah, mungkin bahasa saya yang dia anggap kurang menyenangkan. Yang jelas, besok paginya, dia sudah cerita ke teman-teman yang lain kalau saya memarahi dia bla bla bla bla. Bajigur. Dia nangis-nangis di kelas, memposisikan diri seakan-akan saya yang menjahati dia. Berhubung dia anak geng dan gengnya itu sekelas, yaa otomatis mereka langsung memusuhi saya. Teman-teman yang tadinya baik, tiba-tiba langsung berubah seratus delapan puluh derajat. Padahal mereka adalah teman-teman dekat saya waktu kelas 2. Mereka bilang "Kamu jahat banget sih Cha. Ga punya perasaan". Lalu "Ternyata kamu kayak gitu ya, padahal aku udah ngedukung kamu". "Tega banget kamu sampai kaya gitu". "Tuh yang bikin X sampai nangis. Jahat banget kan, ga punya hati". Tatapan-tatapan berubah jadi sinis dan memaki. 

Kampret. Kamu nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kamu nggak tahu apa-apa....

Sejak saat itu saya jadi males sekolah. Dalam seminggu, pasti ada hari dimana saya nggak masuk sekolah. Serius. Padahal kelas 3. Padahal udah mau ujian. Saya yang tadinya talkative dan aktif di kegiatan ini itu, mendadak berubah jadi pendiem. Waktu istirahat, saya memilih duduk di pojokan. Tempat duduk saya karena saya tidak mungkin duduk di deretan bangku anak-anak geng. I started being a loner, baca buku or do something that can make me busy. Masih untung saya punya teman-teman yang bisa saya ajak bicara. Mereka sih bukan anak-anak populer, tapi setidaknya saya masih punya teman. Masih untung juga anak-anak kelas lain nggak ikutan ngebully, jadi paling engga saya punya teman di sekolah. Meskipun rasanya benar-benar menyakitkan diperlakukan seperti itu.

Words scar. Rumors destroy. Bullies kill.

Guess what, saya nggak ikutan wisuda SMA lho gara-gara ini. Waktu itu teman-teman dekat saya nggak lulus UAN. Terus gue sama siapa kalo ga ada mereka? Gabung sama anak-anak geng? Mending ga usah ikut aja deh. Saya nggak bisa ngebayangin gimana jadinya kalau saya ikutan wisuda, trus duduk sendirian tanpa teman, sementara yang lain heboh foto-foto dan ketawa-ketiwi bersama geng mereka. Well, I don't want to be part of them.

Segitunya ya? Biarin. Rasanya sakit banget loh. Sampai sekarang pun saya masih takut kalo ketemu anak-anak geng itu. Perasaan tersakiti itu masih ada. Bahkan nulis ini pun rasanya masih pengen nangis.

The bullying was getting out of control, but at the same time, I was more like I didn't care. because.. I listened to me, and looked back to what I've been through. Then I said to myself, I'm strong enough. I found things I like to do.. and all the harsh moments became nothing. And suddenly, I felt glad. I'm GLAD that I was bullied, and never changed for what I stood for.

Setelah kelulusan, jauh dari mereka, saya berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya lebih terbuka. Saya berani tampil beda. Saya berani menjadi diri saya sendiri. Saya lebih talkative. Saya berani menghadapi banyak orang. Saya tidak lagi diam di pojokan. Saya tidak lagi takut dengan tanggapan orang. I am me, so what?

Proses itu memang membutuhkan waktu yang lama. Bukan sehari atau dua hari. Saya sudah ditempa dengan besi yang paling panas. Saya sudah jatuh, tersungkur, terpuruk, perlahan-lahan merangkak, sampai akhirnya saya mampu berdiri dengan kedua kaki saya sendiri. Saya pernah berada di kondisi terburuk. Saya pernah jatuh. Saya pernah menangis. Saya pernah sendirian.

"I'm strong, because I've been weak. I'm fearless, because I've been afraid. I'm wise, because I've been foolish." - Unknown

Terima kasih Tuhan, saya ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat.
Dan untuk tidak melakukan hal yang sama pada orang lain.

“Scar tissue is stronger than regular tissue. Realize the strength, move on.” - Henry Rollins








Stop bullying!! Every human life is worth the same, and worth saving. Shine bright like a diamond. Find light in the beautiful sea. Choose to be happy.

(I did. How about you?)


P.S.: Setelah sekian tahun, saya baru berani menuliskannya sekarang.

23 November 2012

Little New Life

Gimana rasanya jadi seorang ibu ya? Seumur-umur saya nggak pernah mikir, bahkan ngebayangin, gimana kalau suatu saat nanti saya jadi ibu. Nggak pernah ngebayangin gimana kalau nanti hamil, melahirkan, dan punya anak. Ibu saya sendiri bukan ibu-ibu rempong yang suka cerewet sama anak-anaknya. Dan saya juga sudah mendengar banyak cerita soal kelahiran. But still, getting marry sounds so scary.

Anyway, kemarin Kamis saya dan teman-teman Sosiologi 2009 touring ke Muntilan, nengokin baby. Teman kami, Mommy Rinda, Oktober kemarin habis melahirkan a handsome boy named Vino. Surprise banget, karena kita semua nggak ada yang tahu kapan Rinda hamil dan melahirkan. Tahu-tahu dia pasang foto-foto di Facebook. But we're happy for her little baby, her new life as a mother.

look how cute he is yaaa, baby vino :)

with the new mother
Congratulations for Mommy Rinda and her husband, plus their lovely son, Vino. May happiness be with you always. 

***

Sepulang dari jengukin Rinda & Baby Vino, naluri ngebolang kami muncul. Sudah jauh-jauh ke Muntilan, rasanya mubazir kalau langsung pulang ke Jogja. Akhirnya kami sepakat untuk menyambangi Artos Armada Town Square. Mall ini termasuk baru di Kawasan Magelang. Dan cukup besar. Sayangnya masih sepi dan baru sedikit outlet-outlet yang ada. Karena keterbatasan outlet itu, akhirnya kami cuma foto-fotoan di seputaran mall. Ngimcil sekali-sekali gapapa lah yaaaa.. Hahahaha








Kalau ngelihat foto-foto yang kaya gini jadi berasa muda terus yaaaa? Cheers :D

07 October 2012

Currently Playing: Tahu Diri



Bye, selamat berpisah lagi.
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada disini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau dan aku cuma bisa meradam, menjadi yang di sisimu
membenci nasibku yang tak berubah

Pergilah menghilang sajalah, lagi...


Lagi-lagi Mbak Dee berhasil menghanyutkan saya lewat lagu-lagunya yang aduhai. Liriknya sederhana tapi menyentuh. Musiknya pas. Momentnya pas. Dan lagu ini sukses membuat saya galaaaaauuuuu :(

07 June 2012

3:03 AM


Entah apa yang terjadi pada saya belakangan ini. Sepertinya hal-hal aneh datang bertubi-tubi. Masalah yang satu belum selesai, sudah diberi masalah yang lain, lalu mulai muncul pertanda-pertanda aneh. Kebetulan yang disengaja, ataukah memang saya sudah ditakdirkan untuk mengalaminya? Entahlah..

Tadi pagi, saya terbangun jam 3 pagi. Tumben-tumbenan banget, soalnya saya nggak pernah bangun jam segitu *biasanya jam 7 hahahaha*. Rumah masih sepi, terdengar dengkur keras bapak dari kamar depan. Dan anjing saya, Louie, juga tidur dengan nyenyaknya di bawah tempat tidur saya. Njuk meh ngopo iki? Di layar handphone tertera beberapa pesan yang belum terjamah. Tanpa pikir panjang saya pun membalasnya. Menunggu. Ternyata mereka pun masih tertidur. Membuka twitter pun sama saja. Hanya saya yang memenuhi timeline. Ah percuma. Tidak ada seorangpun yang dapat diajak bicara.

Kembali saya memejamkan mata, mencoba mengingat-ingat rencana apa saja yang akan saya lakukan pada hari ini. Ah iya, saya punya janji dengan beberapa teman sepulang kuliah nanti. Dan hari ini pula saya harus melakukan beberapa hal.

Mata saya hanya memandangi langit-langit kamar. Bahkan tak ada cicak yang berkeliaran. Saya merasa benar-benar sendirian.

Lalu sepertinya saya bermimpi....

Dalam mimpi itu saya sedang pergi naik mobil dengan teman-teman mudika. Siang hari. Entahlah kami pergi kemana, yang jelas mobil kami tak beratap. Saya duduk di bangku belakang. Mas Tatat di sebelah kiri saya dan Om Cahyo di sebelah kanan saya. Kami tertawa-tawa senang, merekam semua adegan keceriaan dengan handycam yang dipegang Cahyo (kayaknya ini handycamnya Romo Tri hehehe). Tiba-tiba tangan kanannya meraih tangan kiri saya.. Dan.. Saya tiba-tiba ditarik dari adegan itu.

Tarikan itu begitu kuat. Seperti roh yang melayang tanpa arah, saya masuk ke dalam tubuh saya yang sedang berbaring di tempat tidur. 'Roh' itu perlahan memasuki tubuh saya yang terbujur, bergetar-getar *bumi gonjang ganjing guntur menggelegar. Oke ini bukan saatnya bercanda*. Saya seperti bisa melihat ada sesuatu yang keluar dari kaki saya. Semacam bayangan? Ah bukan. Seperti roh, sebut saja begitu. Dalam hati saya berpikir "Ya Tuhan, apa ini saatnya aku dipanggil? Apa aku harus mati? Ah masak? Eh tapi jangan dong".

Seakan menjawab pikiran saya, 'roh' itu seperti dipaksa masuk ke dalam tubuh saya. Dijebleske, entah bagaimana menjelaskannya.


Saya pun sadar. Setengah melek. Tapi tidak bisa melihat apa-apa. Rasanya seperti diganduli timbangan kiloan. Untuk bisa melihat, saya harus terus memegangi kelopak mata. "Ayo melek.. ayo meleeekkkkk". Rasanya ingin berteriak tapi tak bisa.

Dan tiba-tiba saja saya sudah bangun. Mimpi dalam mimpi? Eh? Kok aneh? Eh, aku masih hidup kan? Aku bisa ngelihat kan? Itu tadi mimpi atau beneran ya? Jangan-jangan tadi aku sudah pernah mati? Wee? Masa sih? Maksudnya apa?

Adakah yang bisa menjawab teka-teki mimpi saya?


05 June 2012

#monolog



It happened again. The stupid fight. He zipped his mouth. Doesn't want to talk at all. Cold conversation. Create a distance. Dan aku pun cuma diem. Speechless. Tired. Tried to warm things up but I failed. Should I go? Should I stay? Should I move or should I play? Am I stupid or am I tired of being alone?

*Udah tau bakal dikatain apa. Udah tau juga kalo masalah ini udah dibahas berjuta-juta kali. Udah tau juga sebenernya harus ngapain. Tapi aku cuma mau cerita doang. Cuma mau ngeluarin unek-unek doang. Cuma mau misuh doang :((

Hasyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!

#nangisdipojokan

03 June 2012

June Whisper



Hai guys. Howdy? These are sneak-peak pictures from my last trip to Panti Asuhan Sumber Kasih - sebuah panti asuhan yang 'nyempil' di sudut kota Salatiga, khusus untuk anak-anak cacat mental dengan berbagai kondisi. Mulai dari idiot, autis, sampai cacat ganda. Tapi dengan segala keterbatasan yang mereka punya, mereka justru memberi pengalaman yang luar biasa. Like Bambang said 'Kita mungkin tidak sempurna. Tapi dengan ketidaksempurnaan yang kita punyai, kita bisa membuat orang lain menjadi sempurna'. Wanna hear the whole story? Wait. I'll see you guys again very soon! :)

Photography Desmaristi Amanda

30 May 2012

29 May 2012

Semoga




Merenungkanmu kini, menggugah haruku
Berbagai kenangan berganti, masa yang t'lah lalu
Sebenarnya ku ingin menggali hasrat untuk kembali...

Melukiskanmu lagi, di dalam benakku
Perlahan terbayang pasti garis wajahmu
Kehangatan cinta kasih dapat kubaca jelas di situ...

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu persatu
Pertikaian yang dulu, bagai pintaku...
Semoga...

Lihatlah ku di sini, memendam rindu
Setiap ku berseru, yang kusebut hanya namamu...

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu persatu
Pertikaian yang dulu, bagai pintaku...
Sebenarnya kuingin menggali hasrat kembali
Kuharap agar kau mengerti...
Semoga...

Sometimes, we simply care for someone without reasons, without expecting much. Just knowing that  the person is happy and safe, is enough