09 September 2011

Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat

Seperti yang kita tahu, dewasa ini teknologi berkembang amat pesat. Bisa dihitung berapa banyak produk baru yang launching setiap minggunya. Berbagai macam merk, jenis, design, beserta fasilitas yang disediakan pun sudah tak terhitung banyaknya. Di satu sisi hal ini merupakan indikasi dari kemajuan jaman. Masyarakat (dalam hal ini adalah penemu, pencipta, penggubah alat-alat elektronik tersebut) sudah mulai ‘melek’ dan mulai meninggalkan nilai-nilai tradisional yang (memang) kuno dan tidak relevan dengan era globalisasi. Tetapi di sisi lain, hal-hal seperti ini justru memberikan dampak negatif.

Ada semacam fenomena menarik yang terjadi di masyarakat. Orang lebih suka berkomunikasi via dunia maya (facebook, twitter, sms) daripada bertemu muka secara langsung. Well, saya sendiri termasuk salah satu pelakunya. Untuk berkomunikasi dengan tetangga-sebelah-rumah-yang-jaraknya-tak-sampai-satu-kilo saya memilih menggunakan sms daripada datang ke rumahnya dan bertemu langsung. Malas, repot, dan berbagai alasan dikemukakan. Dan sms seakan-akan menjadi ‘jembatan komunikasi’ yang dapat mewakili kehadiran seseorang. Padahal kenyataannya tidak sama sekali.

Sebaliknya, ketika kita membahas tentang jejaring sosial (facebook, twitter, plurk, myspace, hi5, dan sebagainya), semua orang yang sebenarnya tidak kita kenal justru menjadi penting dan diprioritaskan (underline it please). Beribu cara dilakukan untuk bisa menggali info sebanyak-banyaknya tentang orang itu. Bahkan kita rela meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk membalas wall yang sebenarnya tidak begitu penting. Woow, yang jauh didekati sementara yang dekat dijauhi.  

Kelihatannya memang sepele dan ‘Ah cuma gitu doang. Apa salahnya sih?’. Tapi sebenarnya masalah ini cukup serius dan perlu mendapat penanganan lebih lanjut. Bagaimana nasib generasi muda kita kalau mereka tidak memiliki sikap sosial yang baik? Apakah selamanya mereka akan terkurung dalam dunia maya dan tidak pernah bersosialisasi dengan masyarakat?

Sebenarnya menggunakan teknologi (dalam hal ini adalah HP (SMS) dan Facebook) tidaklah salah. Dalam beberapa hal, kegiatan tersebut justru membuahkan hasil yang baik. Komunikasi menjadi lebih lancar dan tidak perlu repot. Tetapi hal itu kembali lagi kepada masyarakat luas (penggunanya), seberapa jauh mereka menggunakannya dengan wajar dan sesuai kaidah. Apakah mereka masih bisa mendekatkan yang jauh dan masih dekat dengan yang dekat.