09 September 2011

(Per)jalan(an)


Mengapa engkau berdiri angkuh di atas sana?
Hingga aku harus menengadahkan kepalaku
Hanya untuk sekedar menampar tipis
Yang seperti beberapa mili di depanku

Tapi aneh,
Aku tak mampu menjangkaumu.

Di lain hari aku mencoba
Memanjat tebing ini, dimana kakimu berpijak

Dan setiap selangkah aku berhasil menapak
Terlihat engkau seperti ke atas pula

Entahlah,
Kepalamu hampir menyentuh biru yang terluka.

Disana engkau terlihat semakin angkuh
Tawamu mengisyaratkan ejekan

Detik berikutnya, langkahku melemah
Tersadar aku pada transparansi dunia
Semua begitu jelas, tapi aku menendangnya
Melompat dan mencoba tak melihat
Kembali menapak pelan _ jatuh

Selang waktu aku lupa dengan kokohnya dirimu
Jauh di atas sana, tak tersentuh...
Menyempurnakan nafasku untuk tergugah
Melihat ke bawah, dan heiii
Aku menemukannya!

Sendangsono, 26 Agustus 2011, sebuah refleksi.