22 November 2011

Angelina Indra dan Dialog Matahari

Siang yang cerah. Di rumah sendirian. Saya lagi malas kuliah. Dan kebetulan matahari sedang bersinar dengan teriknya. What a perfect time to: 1) mencuci 2) bermalas-malasan 3) nonton tv sambil tiduran. Menyenangkan bukan? Tidak, menurut saya, because I'm a busy person. I hate being alone and I hate doing nothing. But thanks to technology, akhirnya ada sosok yang bisa diajak berbincang.

Angelina Indra. Sosok yang tidak asing dalam kehidupan saya. Kami jarang bertemu, tapi dia mengenal saya dengan baik, begitu juga sebaliknya. She is my shoulder to cry on. Selama 10 menit kami berbincang, berbasa-basi, berhai-hai-apa-kabar, dan mengupdate beberapa hal menarik yang terjadi pada kami akhir-akhir ini. Sampai akhirnya, tibalah saat penggalauan (musik lembut mengalun, lampu dimatikan dan lilin dinyalakan *apa sih ini*)

Dia: Jogja itu sempit ya. Nggak nyangka banget, pacarku adalah temen SMPmu, sahabatnya pacarnya Sarah, sahabatnya pacar sahabatku satu lagi, dan temen SMPnya temen teaterku sekarang.
Aku: Hahaha.. Sempit sekali dunia ini emang. Dan yang nggak kalah sempitnya adalah mantanku itu kakaknya temen deketku SD. Hadeeeh.
Dia: Ouch ouch ouch. Damn damn damn. Ini gila. Tapi seru. Tapi kadang bikin bete juga.
Aku: Hahaha seru ya. Bete kenapa?
Dia: Ya jadi ngerasa 'ajegileh, sini kenal situ ternyata'. Jadi susah juga tu kalo mau nyembunyiin kaya 'aib' wkwkwk. Tapi, damn big hell banget yang kamu tadi, ternyata mantanmu itu kakaknya temen deket SD.
Aku: Hahaha bener-bener. Tapi untungnya jadi banyak mata-matanya wkwkwk. Gak ngebayangin kalo besok reuni SD, ketemu adeknya dan heboh 'yaampun ternyata kamu mantannya kakakku' hahaha. Damn berasa aneh gitu pasti.
Dia: Oh God, itu HELL banget deh.
Aku: Super duper HELL gilak. Yaampun Tuhan itu punya skenario ter-oke.
Dia: Yang saking apiknya, kadang kita nggak tau mesti seneng atau senep. Hahaha
Aku: Yah pasti ada sesuatu yang bisa diambil dari film yang kita mainin ini.
Dia: Karena sutradaranya adalah sutradara paling hebat sepanjang masa :D
Aku: Benar. Dan aku penasaran, bakal kayak apa cerita hidupku nanti hahaha.
Dia: Yang kuyakin, rencanaNya itu indah.
Aku: Hal buruk yang terjadi sekarang mungkin bikin kita down. Tapi percaya aja kalo kita tuh punya ending yang jauh lebih oke :)
Dia: Yap. The ones that brought you down, would be the ones that make you stronger.


Beberapa hal yang menimpa saya akhir-akhir ini memang sempat mengejutkan saya. Berawal dari pertemuan tak sengaja yang akhirnya saling menautkan hati, sampai akhirnya harus berakhir dengan proses yang juga tidak terduga. Sungguh tidak mengenakkan. Menyayat hati. Dan harus saya akui, keran air mata saya mendadak begitu lancar mengalir. Anak muda jaman sekarang menyebutnya galau. Saya menyebutnya gambus, karena level saya mencapai tingkat dewa. Menembus sukma. Dan saya yang fabulous spektakuler ini pun bisa jatuh karena... cinta.

Saya tahu, pada saat itu segala pertahanan saya runtuh. Saya lemah. Saya jatuh tersungkur. Beberapa teman bilang saya bodoh, karena saya terlalu dalam mendalami hubungan yang saya bina. Beberapa menyebut saya lemah, karena bersikeras mempertahankan cerita yang menurut mereka salah. Beberapa menyebutnya buta, ketika saya tenggelam dalam cinta seperempat windu. Baru kali ini saya mencintai hingga tak kenal logika. Baru kali ini saya mencinta walau harus tersayat kata-kata.

Sampai akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti. Itu pilihan, bukan karena tak lagi cinta.
Decisions are the hardest move to make. Especially when its a choice between where you should be and where you want to be.
Beberapa hal memang tidak bisa terkatakan. Tak ubahnya cinta.

Well, perbincangan dengan Indra sempat membuka mata saya. Bahwa saya masih harus menjamah ruang-ruang yang lain. Saya masih punya klimaks-klimaks lain yang pada akhirnya akan membawa saya pada sebuah awal baru. Saya masih akan menemukan kebetulan-kebetulan baru. Oh, the world still waits. And so do I. There's single for a season, and single for a reason. I remember thinking it was hilarios until the day he went away. Then my thoughts turned much darker, like 'Hey, maybe I am single for a reason'. That's a depressing day, when you realize Prince Charming isn't riding in on a white horse, and Justin Bieber is starting to sound awfully handsome on the radio. LOL

I keep waiting to wake up from one of my fantasies. Now he feels free to tell me what he feels - now that he's turning and walking away from me. But does it really mean anything? I can't make him stay with me here, and I know I wouldn't want to. Life is a series of choices. I've made mine. He's made his.

For better or worse, they don't coincide


me and Indra

Thanks to God, and you (all). Saya tahu, sejak awal Tuhan tidak pernah membiarkan kita benar-benar sendirian.  *hugs*