22 January 2012

Laptopku Sayang Laptopku Malang

Layaknya handphone, laptop selalu jadi must-have item di tas saya. Kemanapun saya pergi, dia selalu menemani. Kami berselancar bersama di dunia maya, menghabiskan jam-jam malam dan bergelas-gelas kopi, menonton berpuluh-puluh film dan mendengarkan berjuta lagu, mengerjakan berlembar-lembar tugas dan paper. He is my best ever. My inspiration. (Oh by the way, his name is Buckbeak, and yeah I named my laptop)

Mungkin saya bukan majikan yang baik, karena membiarkan laptop saya si Buckbeak bekerja terlalu keras. Bayangkan, dalam sehari dia harus bekerja 12 jam lebih tanpa istirahat yang cukup. Majikan-majikan di sinetron saja sepertinya tidak sekejam itu. Kalau ada Komisi Perlindungan Hak Laptop mungkin saya sudah dituntut atas dasar penganiayaan dan pemaksaan kehendak. Alhasil laptop saya masuk rumah sakit untuk beberapa hari. Dan baru saya sadari betapa kehilangannya saya.

Saya yang biasa menghabiskan waktu bersama pacar saya si Buckbeak, kini harus rela ngelangut menahan kebosanan. "Ini salahmu sendiri, dasar bodoh," kata otak saya. Memang, saya mengakui sudah bertindak keterlaluan. Dan sudah layak dan sepantasnya untuk segera berubah (kalau tidak kejadian yang sama akan berulang. Semoga tidak :D).

Cepat sembuh nak. Jangan sakit lagi ya. Pusing gue tiap kali mondok ngeluarin tiga ratus rebu. Hahaha.

Published with Blogger-droid v2.0.1