26 January 2012

Versus



 
Pernah sekali logika marah pada hati
Katanya, "Kau sudah terlalu kini!"
Logika bilang, hati sudah bertindak seenak diri
"Kita ada dalam satu, apakah tidak butuh kompromi?"
Kala itu, logika marah besar
Sedang hati, hanya bisa tersenyum dan bersabar
Coba dulu sekedar jadi baik pendengar
"Sudah marahnya?" giliran hati bertanya pada logika
Setelah hari penuh salah dan duga
"Aku. Jatuh. Cinta." bisiknya
Lantas logika tidak punya ruang bertanya
Ia kembali pada diamnya dan mencari
Makna cinta pada ragam penuh arti
Hingga matahari berterbit lagi, belum ia temu satu kata
Bisa deskripsikan maksud hati tentang cinta
Tiada, hanya
cinta, bagi logika.

Sawitry Apriati's