01 February 2012

Grow A Day Older

Terima kasih 20 tahun kehidupan: untuk Sang Maha Pencipta dan segala karuniaNya; untuk alam dan nafas yang menghidupi; untuk keluarga, teman, sahabat yg mengiringi jejak langkah; untuk kasih sayang, senyum, tawa, tangis, canda, air mata, untuk cinta dan kerikil-kerikil hidup yang mendewasakan.

Selamat memasuki hidup yang sesungguhnya, C.

***





Franseska Dian Ratri, yang berulang tahun di hari ini – 1 Februari 2012.

20 adalah sebuah kombinasi dari dua bilangan yang mewakili suatu jarak dari perjalanan angka – terjebak dalam relativitas sang waktu. Angka 2 dan 0.

Angka 2 adalah sebuah awal yang menggenapi. Tempat semuanya dimulai untuk selanjutnya dipenuhi dengan suatu petualangan, dimana akhir adalah genap yang mungkin ada.

Angka 0 adalah akhir dari semuanya. Ia menjadi tempat pelabuhan dimana angka-angka berhenti. Nol juga adalah sebuah akhir yang mengakhiri perjalanan angka pertama.

Ketika dua angka itu bersama, tidak terhindarkan awal dan akhir akan bertabrakan dan membenturkan diri satu sama lain. Pun juga saat bertemu, dua dan nol akan menggenapi bagian yang hilang dari diri mereka masing-masing. Bagian yang hilang dimana setiap awal membutuhkan akhir, dan setiap akhir bermula dari awal. Layaknya sebuah janji, disitu telah gugur sebuah dunia lama dan berganti menjad sebuah dunia baru yang masih penuh labirin tak berpeta.

Tepat pada saat kalender menghitung penuh putaran waktu dua puluh tahun setelah kelahiran, saat itu juga akan selesai suatu waktu lampau yang telah dimiliki seorang gadis kecil. Di suatu akhir itulah, hidupnya yang jauh dari dewasa telah berada pada titik akhirnya. Tak ada lagi masa dimana hidup selalu dipinjamkan kepada orang lain hingga ia tidak menjadi tuan bagi dirinya sendiri.

Namun seperti layaknya sebuah permulaan, prolog baru yang menggantikan masa lampau akan menjadi suatu perjalanan panjang yang melelahkan. Hidup telah berganti dari bermain-main menjadi pemain. Seorang gadis kecil, menjadi perempuan dewasa. Seorang musafir di padang gurun yang bertahan dalam kerasnya badai pasir dan terpaan panas matahari, dengan tak jarang menemukan manisnya kurma dan segarnya oase yang ia dapat di tengah penderitaan

Begitulah nasib dari angka 20. Angka-MU. Dimana awal dan akhir bertemu, disitu pula akan terjadi sebuah perjalanan menuju perubahan dalam hidup manusia, warna dan lika-liku. Katakanlah, telah diberikan kepadamu oleh Yang Ter-Maha. Dan ketika waktu adalah suatu misteri yang telah terberi – setidaknya – meskipun kita tidak tahu berarah kemana.

Selamat menempuh awal dan akhir dari angka hidupmu. Dua dan nol, awal dan akhir, masa yang baru. Selamat mencari tahu kemana arah perjalanan itu akan menggiringmu.