04 March 2012

This Relationship (Status)

Buat sebagian besar orang, bagaimana mereka beraktifitas di sosial media - Facebook ataupun Twitter - seringkali (atau memang iya) digambarkan sebagai representasi diri mereka sendiri di dunia nyata. Err, singkatnya gini. Bagi sebagian besar orang, apa yang terjadi dan apa yang muncul di dunia maya, itulah yang terjadi juga pada mereka di dunia nyata. Hal ini bisa dilihat dari foto-foto yang mereka upload ke facebook, update'an status mereka di facebook ataupun twitter, daaaan *ini yang paling penting* a change in relationship status announces their availability, commitment or something in between.

Status hubungan yang dituliskan di facebook jelas ngegambarin status hubungan seseorang dengan orang lain, apakah itu berpacaran (in a relationship), lajang (single), atau rumit (it's complicated). Nggak cuma itu, status ini juga sering diwarnai dengan hal-hal yang bikin orang tertarik untuk mengepo. Kenapa? Karena segala hal yang berhubungan dengan cinta-cintaan selalu menarik untuk diikuti.

Dari sebuah status, kita bisa tahu kalau orang ini lagi jatuh cinta atau bahagia atau berbunga-bunga. Misalnya kayak status teman saya yang ini:

Status yang amat bahagia. Semoga langgeng yaaa A-B :D

Dan ini status adik sepupu saya yang masih SD .____.


Tetapi relationship nggak selalu mulus kan? Ada juga yang kayak gini:




Status-status galau cinta-cintaan yang tanpa sengaja saya temukan di facebook :p. 
Maaf ya, tidak bermaksud loooh

Seperti efek domino, dalam waktu 1 x 24 jam seluruh orang di facebook akan tahu tentang hubungan kita dan mulai bertanya-tanya, hingga akhirnya mengendus-endus asal mula perkara seperti anjing pelacak. Mungkin inilah salah satu faktor yang membuat facebook menjadi menarik. Secara nggak langsung, kita menjadi saksi maya dari perjalanan cinta seseorang, mulai dari pdkt - jadian - seneng-seneng - berantem - putus - ketemu orang baru. Siklusnya selalu sama dan berulang. Dan selalu menarik untuk diikuti. Ya kan?

Drama-drama dunia maya ini semakin seru kalau misalnya kisah percintaan mereka diwarnai dengan orang ketiga. Atau salah satu pasangan mulai tak peduli dan yang lain merasa tersakiti. Bakal ada sinetron-sinetron di timeline yang penuh umpatan, makian, cacian, ejekan. Yang tadinya merayu memanja seperti 'Kau adalah matahari yang menerangi hidupku' tiba-tiba saja berubah menjadi 'Kamu tak punya hati!' People change, things go wrong, shit happens, and it's so funny to see that kind of mello-dramatic thing.

Menarik banget kan? Jujur saya juga suka tertarik dengan status teman-teman yang vulgar macam begitu. Saya sering tanpa sengaja membaca status mereka dan tahu 'Oh hubungan mereka lagi renggang' atau 'Si ini habis jadian dengan si itu'. Saya dipaksa untuk menjadi kepo karena status-status atau updatean yang mereka share di timeline. 

Saya pun pernah mengalami masa-masa itu lho. Masa dimana segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya ingin saya share-kan dengan orang lain, tak terkecuali urusan percintaan. Sampai-sampai semua orang tahu saya lagi naksir siapa, lagi diPDKTin siapa, lagi dimana ngapain sama siapa, siapa pacar saya dan bagaimana hubungan saya, prahara-prahara yang terjadi dan bagaimana akhirnya. Mendadak berita tentang saya tersebar dengan sangat luas dan sangat cepat.

Bergantinya status seseorang dari 'single' menjadi 'in a relationship', atau dari 'in a relationship' menjadi 'it's complicated' atau 'single' bukannya tanpa alasan. Jelas mereka nggak mungkin mempertahankan status itu hanya untuk menghindari gosip kan? Perubahan itu jelas membuat gempar, karena terpublish dan terhighlight sehingga semua orang tahu. 

Efek positifnya adalah saya menjadi lebih ekspresif. Berasa nggak punya beban gitu karena sudah tersalurkan lewat updatean lima menit sekali. LOL. Tapi yang jelas ini juga ngeselin banget karena orang-orang mulai bertanya-tanya 'ada apa'. Setiap mereka ketemu saya, mereka selalu nanya 'Kamu kenapa sama si A? Habis berantem?' atau 'Udah baikan belom sama pacar?' atau 'Gimana kelanjutannya kamu sama si ini?' dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menyentuh ranah pribadi. Bagaikan wartawan infotainment, mereka nggak bakalan berhenti nanya sebelum mendapatkan jawaban yang sejelas-jelasnya. Kinda annoying lho kalau sudah kayak gini.

Hmmm....

Ribet ya. Pada dasarnya memang manusia itu selalu pengen tahu. Dan nggak bisa disalahin juga kalau mereka (yang tadinya tidak mau tahu) jadi (terpaksa) mau tahu. Salah kita sendiri juga. 


Terus gimana cara ngeredamnya? Tutup mulut. Don't speak a word. Biarin aja mereka bertanya-tanya dan mereka-reka. Biarkan saja mereka bergulat dengan pikiran mereka. Saya sudah belajar dari pengalaman bahwa ada hal-hal pribadi yang seharusnya tidak diumbar di sosial media. Kita harus bisa memilah, mana yang oke buat dishare dan mana yang enggak. 

Sebenernya status dipublish atau ditampilkan di facebook itu positif lho. Kita bisa menahan keinginan orang-orang yang mencoba PDKT, karena disitu jelas tertera bahwa kita sudah menjadi milik seseorang. Tapi kita harus siap-siap untuk di-kepo-in juga, apalagi ketika publik mulai mencium sesuatu yang nggak beres dari hubungan percintaan kita.

Lalu... Bagaimana status hubungan saya sekarang? 
Ah.. biarlah kami berdua saja yang tahu :p.