03 March 2012

Tragedi Kelas Pagi Part II

Rupanya saya masih juga belum belajar dari pengalaman kemaren. Kamis pagi, awal bulan Maret, saya masih juga semangat kuliah Masyarakat Indonesia: Struktur dan Perubahan. Kebetulan minggu kemaren matkul ini kosong jadi saya pikir kuliah ini bakalan lama dan penuh dengan catetan.

Ritual kelas pagi selalu sama: dibangunkan oleh alarm, ngetweet, mandi, dan sarapan roti sambil nonton acara gosip. Kebetulan kuliah hari ini dimulai jam 9.30 jadi bisa nyantai-nyantai dikit.

Jam 9.15 saya berangkat dari rumah. Santai-santai sambil dengerin mp3, nyanyi-nyanyi di jalan. Tanpa disadari jam sudah menunjuk pukul 9.35. Telat men!! Langsung tancap gas ke kampus dan buru-buru naik ke ruang 4 (di jadwal yang saya salin dari catetan Ana Martiana, tertulis ruang 4). Dosennya udah masuk. Dari luar udah keliatan screen sudah penuh tulisan bahan kuliah. Oh well..

Saya mengetok pintu dan membukanya.
Dosen: "Langsung masuk aja mbak. Duduk di depan ya."

Saya nurut aja. Dan mulai menyalin slide. Dalam hati saya mikir, ini dosennya siapa ya? Kok gak pernah liat.

Bisnis merupakan kegiatan sosial yang terstruktur. Dari sudut pandang ekonomi, bisnis dilihat sebagai suatu komoditi dimana harga diukur dengan tidak mengkombinasikan nilai kerja. Faktor produksi dikombinasikan sedemikian rupa sehingga nilai jualnya naik..

EH?
KOK BISNIS?

Saya mulai curiga. Apakah kuliah Masyarakat Indonesia memang membahas bisnis?
Si dosen rupanya melihat kegelisahan saya, dan berkata "Ada yang ingin bertanya?"
Saya memutuskan untuk diam saja dan melanjutkan catatan.

Bisnis juga memiliki kaitan erat dengan moralitas. Selama ini para pelaku bisnis jarang sekali yang memperhatikan keselamatan kerja, kesehatan pegawai, dan hubungan dengan masyarakat.

Ini benar-benar mencurigakan. Ada yang nggak beres nih. Saya ngrasa nggak ada yang salah dengan diri saya. Baju oke-oke aja. Saya juga nggak ngelakuin kesalahan. Dosen kayanya beres-beres juga. Apa yang salah ya?

Saya nengok ke belakang. Celingak-celinguk cari temen-temen saya. Dan ternyata mereka nggak ada. Nggak ada satupun wajah yang saya kenal. Isinya anak-anak jurusan lain. Dan kayaknya angkatan tua semua. Mampus. Salah kelas ni gue! 

Pantesan aja kok rasanya aneh masuk kelas ini. Pantesan juga kuliahnya bahas bisnis, bukannya masyarakat Indonesia. Ngakak sendiri kalo inget cerita ini. Besok diulangi lagi ya nduk. Hahahahaha #toyordirisendiri.